TIPD.IAINSASBABEL.AC.ID - PALEMBANG – Staf Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi Pengelolaan EMIS (Education Management Information System) PTKI Tahun 2025, yang diselenggarakan oleh Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari Jumat hingga Minggu, tanggal 1–3 Agustus 2025, bertempat di Hotel Harper Palembang, Jl. R. Sukamto No.2, Kota Palembang, Sumatera Selatan.
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya: Prof. Dr. Suyitno, M.Ag. selaku Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof. Dr. M. Arskal Salim GP, M.Ag. selaku Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam, serta Rektor UIN Raden Fatah Palembang, dan para undangan dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) di seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. M. Arskal Salim GP, M.Ag. menekankan pentingnya sinkronisasi dalam pengelolaan data EMIS dengan data yang ada pada PDDikti. Ia menyampaikan bahwa saat ini masih terjadi ketidakjelasan terkait entitas yang akan ditetapkan sebagai Wali Data antara EMIS atau Pusdatin, khususnya dalam konteks integrasi dengan data dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).
“Untuk saat ini aliran data dari PDDikti ke EMIS masih tersendat, sehingga proses pendataan pada EMIS menjadi lambat. Maka dari itu diperlukan mitigasi yang aktif untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap Prof. Arskal.
Sementara itu, Prof. Dr. Suyitno, M.Ag. secara resmi membuka kegiatan Rakor dan menyoroti pentingnya akurasi data di lingkungan PTKIN. Ia menyampaikan bahwa hingga kini Kementerian Agama belum dapat memastikan bahwa data PTKIN lebih akurat dibandingkan data yang tersedia di PDDikti.
“Data di lingkungan PTKIN harus lebih akurat dari data yang ada di PDDikti. Namun kenyataannya, masih terdapat perbedaan atau ketidaksinkronan data yang cukup signifikan. Ini menjadi pekerjaan rumah besar untuk kita semua,” ujar Prof. Suyitno.
Ia menegaskan pentingnya pembenahan menyeluruh terhadap data yang dikelola oleh PTKIN, agar ke depan Kemenag dapat lebih percaya diri dalam menyatakan keakuratan data internalnya, terutama dalam mendukung pengambilan kebijakan berbasis data yang valid dan terverifikasi.
Rakor ini menjadi momentum penting bagi seluruh stakeholder PTKI untuk memperkuat koordinasi, membangun sistem data yang lebih terintegrasi, serta menyambut transisi pengelolaan data menuju sistem yang lebih efisien dan terpercaya di tahun-tahun mendatang.